JagatSembilan.com | Bojonegoro – Koperasi Produsen Masyarakat Desa Hutan “Ngasem Maju Sejahtera” menyepakati untuk tidak membagikan sisa hasil usaha (SHU) tahun buku 2025. Melalui forum Rapat Anggota Tahunan (RAT), seluruh anggota sepakat mengalokasikan SHU sebagai modal pengembangan usaha koperasi ke depan.
Keputusan tersebut diambil dalam RAT yang digelar pada Rabu (15/04/2026) di kediaman Ketua Koperasi, Moch. Gufron, di Dusun Besaran, Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini dihadiri oleh 33 undangan dari unsur anggota dan pemangku kepentingan.
Koperasi Ngasem Maju Sejahtera merupakan binaan PT Pertamina EP Cepu Zona 12 dan mendapat pendampingan dari IDFoS Indonesia. Dalam forum tersebut, laporan pertanggungjawaban pengurus untuk periode 1 Januari–31 Desember 2025 juga disepakati untuk diterima oleh anggota.
Manager Program IDFoS Indonesia, Sunariyo, dalam sambutannya menegaskan bahwa RAT tidak sekadar menjadi agenda formal tahunan, melainkan ruang pembelajaran bersama bagi anggota koperasi.
“RAT ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola koperasi yang transparan dan akuntabel. Penguatan kelembagaan adalah fondasi utama agar koperasi mampu tumbuh mandiri dan berkelanjutan sebagai penggerak ekonomi desa,” ujarnya.
Ketua Koperasi Ngasem Maju Sejahtera, Moch. Gufron, menyampaikan bahwa perkembangan koperasi selama satu tahun terakhir menunjukkan tren positif. Ia menilai capaian tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan (CDK), pemerintah desa, hingga dinas terkait.
Berdasarkan laporan keuangan, koperasi saat ini mengelola total aset sekitar Rp208,85 juta. Nilai tersebut mencakup sarana prasarana serta pengembangan berbagai unit usaha produktif yang dijalankan anggota.
Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir dalam RAT, di antaranya perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Kecamatan Ngasem, pemerintah desa, Perhutani, CDK, serta PT Pertamina EP Cepu.
Perwakilan dinas, Adib Maulana, mengapresiasi kinerja pengurus koperasi yang dinilai telah menjalankan kegiatan sesuai dengan regulasi perkoperasian. Hal senada disampaikan perwakilan Kecamatan Ngasem, Diana Susi, yang menekankan pentingnya menjaga prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi.
Dari unsur perusahaan, perwakilan PT Pertamina EP Cepu, Bedhah Aditya, menyatakan kesiapan untuk terus mendukung pengembangan koperasi. “Kami terbuka terhadap berbagai usulan dan berharap koperasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Ngasem,” ujarnya.
Koperasi yang berdiri sejak 2023 ini mengembangkan sejumlah unit usaha dan kemitraan, di antaranya pertanian hortikultura, peternakan domba sistem _breeding_, dan pembibitan tanaman kehutanan dan multipurpose tree species (MPTS).
Kepala Desa Ngasem, Suhartono, yang juga mewakili anggota, menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menjaga keberlanjutan koperasi. Ia juga mengingatkan agar aset dan lahan yang telah difasilitasi, khususnya oleh Perhutani, dapat dikelola secara optimal.
Sementara itu, perwakilan CDK, Andika, menilai laporan pengurus telah disampaikan secara transparan dan akuntabel. Ia juga mendorong anggota untuk terus mengembangkan pola pikir adaptif dalam mengelola usaha ekonomi produktif.
Perwakilan Perhutani dalam forum tersebut menekankan pentingnya penguatan legalitas serta integritas dalam pengelolaan aset koperasi. Pengelolaan aset yang baik dinilai menjadi kunci untuk menciptakan manfaat jangka panjang.
Melalui RAT ini, koperasi tidak hanya menegaskan akuntabilitas pengelolaan organisasi, tetapi juga memperkuat komitmen kolektif untuk mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di tingkat desa.














