JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) serta perekaman KTP elektronik (KTP-el) bagi siswa-siswi di Aula SMKN 2 Bojonegoro, Jalan Patimura, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah, Ketua Harian P4GN Kabupaten Bojonegoro Budi Irawanto, tokoh pendidikan Hanafi, Kepala Disdukcapil Heri Widodo, Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah menyampaikan bahwa kepemilikan KTP-el menjadi penanda bahwa para siswa telah memasuki usia remaja dan usia potensial untuk menentukan masa depan.
“Karena umur potensial maka akan mikir kira-kira saya ke depan ini pengen jadi apa ya? Ada yang sudah berpikir demikian? Pengen sukses?” ujar Nurul Azizah di hadapan para siswa.
Ia menegaskan, kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan harus diraih dengan semangat, usaha, doa, dan ridho orang tua.
“Kalau pengen sukses harus semangat, ikhtiar, berdoa, dan minta ridho kepada orang tua,” katanya.
Nurul Azizah juga mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan kondisi ekonomi sebagai penghalang untuk meraih cita-cita.
“Jangan hanya masalah ekonomi menjadi kendala. Yang terpenting adalah semangat. Karena dengan ilmu itu adalah bekal,” tuturnya.
Menurutnya, proses pendidikan merupakan awal untuk mencapai keberhasilan dalam kehidupan. Ia pun mengajak para siswa agar berani menghadapi kesulitan dalam meraih cita-cita.
“Kunci kalau pengen berhasil kudu wani kangelan, kudu wani soro. Karena berhasil itu tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui proses,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Harian Satgas P4GN Kabupaten Bojonegoro, Budi Irawanto, mengatakan bahwa keberadaan Satgas P4GN bertujuan untuk melakukan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
“P4GN itu pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika yang ada di Kabupaten Bojonegoro,” jelasnya.
Ia mengingatkan para siswa agar berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan, terutama setelah lulus sekolah dan memasuki dunia yang lebih luas.
“Kuncinya memang berada di kita sendiri, artinya semua itu lingkungan,” ujarnya.
Budi Irawanto juga menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya melibatkan laki-laki, tetapi juga perempuan.
“Masalah narkoba ini bukan hanya cowok, cewek juga banyak yang terlibat,” katanya.














