JagatSembilan.com | Bojonegoro – Tim Pengabdian yang mendapat pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan serah terima alat teknologi berupa mesin jahit dan mesin obras kepada Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Berkaho Pungpungan.
Kegiatan itu dilaksanakan sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan keterampilan dan usaha kreatif.
Dalam keterangannya penyerahan alat tersebut diharapkan mampu memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, yang bergerak di bidang usaha konveksi. Mesin jahit dan obras akan menjadi sarana utama untuk mendukung produksi skala kecil hingga menengah, yang selama ini terkendala oleh keterbatasan alat. Dengan adanya bantuan ini, BUM Desa Berkaho Pungpungan berpotensi mengembangkan produksi lokal sehingga bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
Ketua Tim Pengabdian, Sahri, menyatakan bahwa pemberian mesin jahit dan obras ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di BUM Desa Berkaho.
“Kami ingin mendorong kemandirian ekonomi melalui pelatihan dan pendampingan pengelolaan limbah pakaian dan pengelolaan usaha secara profesional. Harapannya, desa ini bisa menjadi sentra pengelola limbah pakaian di wilayahnya,” terang Sahri. Minggu (06/10/2024).

Dalam program pengabdian ini, tim juga memberikan pelatihan intensif kepada pengurus BUM desa Berkaho mengenai cara pengembangan produk-produk yang memiliki nilai jual tinggi. Pelatihan ini melibatkan para ahli yang diundang khusus untuk membantu BUM Desa Berkaho Pungpungan dalam merancang strategi pemasaran dan manajemen usaha yang lebih baik.
Direktur BUM Desa Berkaho Pungpungan, Resma, menyambut baik bantuan yang diberikan oleh tim pengabdian ini. Menurutnya, alat tersebut tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produksi, tetapi juga akan membuka peluang kerja baru bagi warga desa.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Ditjen Diktiristek. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi keberlanjutan usaha kami,” kata Risma.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Ditjen Diktiristek untuk mendorong peran perguruan tinggi dalam pengembangan masyarakat melalui inovasi teknologi. Selain meningkatkan ekonomi lokal, program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain untuk membangun usaha mandiri yang berbasis pada potensi lokal.













