JagatSembilan.com | Tuban – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tuban memperkuat konsolidasi organisasi melalui agenda Turun ke Bawah atau “Turba” di tingkat kecamatan. Dalam pertemuan yang digelar di Kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Tambakboyo, Sabtu (7/3/2026), fokus organisasi mulai bergeser dari sekadar penguatan paham keagamaan menuju kemandirian ekonomi berbasis komunitas yang terukur.
Acara yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.45 WIB ini menjadi potret bagaimana struktur organisasi di tingkat lokal (kecamatan) mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi warga. Hal ini ditandai dengan penyerahan Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Nutama dari MWCNU Tambakboyo kepada PCNU Tuban, serta peluncuran unit bisnis baru, Nutama Tour and Travel.
Kemandirian Berbasis Data
Ketua PCNU Tuban, K.H. Ahmad Damanhuri, S.Pd.I, dalam sambutannya menekankan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama di masa depan sangat bergantung pada akurasi pemetaan potensi warga. Menurut beliau, transformasi organisasi hanya bisa terjadi jika terdapat analisis kekuatan dan peluang yang objektif di tiap wilayah.
“Pemetaan data potensi warga bukan sekadar urusan administratif, melainkan fondasi untuk membangun kemandirian ekonomi. Kita ingin aset-aset organisasi dikelola secara transparan agar manfaatnya, baik di sektor kesehatan maupun transportasi, benar-benar kembali dirasakan oleh umat,” ujar Kyai Damanhuri.
Penyaluran SHU dari Koperasi Nutama menjadi bukti konkret bahwa tata kelola usaha yang profesional di tingkat MWC dapat menyokong keberlangsungan organisasi di tingkat cabang. Fenomena ini memberikan sinyal positif bagi penguatan struktur NU di Kabupaten Tuban sebagai organisasi yang berdaya secara finansial.
Ekspansi Layanan Umat
Momentum Turba kali ini juga menandai peluncuran Nutama Tour and Travel. Unit usaha ini diproyeksikan tidak hanya sebagai sumber pendapatan organisasi, tetapi juga sebagai penyedia layanan perjalanan religi dan umum yang terpercaya bagi masyarakat Tambakboyo dan sekitarnya.
Rois Syuriyah PCNU Tuban, K.H. Dr. Achsan Ghozali, M.A, dalam arahannya memberikan catatan penting mengenai keseimbangan antara gerak ekonomi dan penguatan ideologi. Beliau memandang bahwa koordinasi internal, termasuk hal-hal simbolik seperti pembagian seragam, merupakan bagian dari kedisiplinan jamaah dalam satu komando organisasi.
“Kemandirian ekonomi melalui koperasi dan usaha travel ini adalah sarana. Tujuan utamanya tetaplah pelayanan (khidmah) kepada masyarakat dengan landasan nilai-nilai yang kokoh,” tutur Kyai Achsan Ghozali.
Ujung Tombak Lokal
Melalui pertemuan ini, MWCNU Tambakboyo memposisikan diri sebagai model percontohan bagi wilayah lain dalam hal pengelolaan dana sosial dan usaha koperasi. Langkah strategis ini diharapkan mampu memutus ketergantungan organisasi pada pihak eksternal dan memperkuat posisi NU sebagai pilar pembangunan masyarakat di tingkat akar rumput.
Dengan integrasi antara data potensi wilayah dan unit usaha yang produktif, PCNU Tuban optimistis pelayanan kepada warga—mulai dari akses transportasi hingga pemberdayaan ekonomi—dapat terakselerasi secara masif di masa mendatang.













