Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah Hadiri Rapat Koordinasi Terkait Ketahanan Pangan di Gedung Grahadi 

JagatSembilan.com | Surabaya – Mewakili Bupati, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama Pj Sekda Djoko Lukito hari Jumat (14/03/2025) hadir dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Ketahanan Pangan. Rakor itu untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan produksi pangan di Jawa Timur dilaksanakan Rapat Koordinasi itu diikuti oleh seluruh Kepala Daerah di Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi

Nurul Azizah dan Djoko Lukito mengikuti arahan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono didampingi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhi Karyono.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa Jawa Timur tahun ini mendapat target untuk menambah produksi sebesar 2,2 juta Ton Beras. Hal ini tentu saja cukup berat mengingat sawah Non Irigasi di Jawa Timur ada sekitar 488.000 hektar, yang mana ini membutuhkan irigasi tersier dari waduk-waduk melalui pipanisasi. Yang mana sawah non irigasi yang panen 1 tahun sekali bisa panen 1 tahun sampai 2 atau 3 kali. Yang mana bisa meningkatkan produksi pertanian.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan Swasembada pangan, energi, dan air merupakan prioritas pemerintah 5 tahun kedepan. Kekuatan Jawa Timur ini sangat luar biasa secara ekonomi, sosial, politik.

Menurut Agus Harimurti Yudhoyono kedepan setiap daerah di Jawa Timur harus bisa lebih mengetahui atau mengenali potensi daerahnya masing-masing. Selain itu pembangunan infrastruktur juga harus dibenahi. Seperti halnya pompanisasi bagi sawah non irigasi agar produksi pangan bisa meningkat.

Kalau Jawa Timur ingin didorong untuk menjadi kontributor yang signifikan bagi produksi pangan nasional maka harus dibenahi segala fasilitas pendukungnya. Dengan harapan dapat meningkatkan produktifitas pertanian diberbagai komoditas.

Pembangunan infrastruktur harus bisa mendukung langsung swasembada pangan, energi, dan air. Selain itu harus berdampak atau membawa peningkatan kwalitas hidup manusia.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan kunci kita menjadi negara maju adalah clear and clean government. Dimana hal ini juga akan berdampak pada produksi pangan di Indonesia. Dimana koordinasi antar lembaga bisa berjalan baik maka tidak akan tumpang tindih kebijakan yang bisa berdampak pada produksi pangan/pertanian.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan produksi pertanian, diantaranya adalah pembukaan lahan baru. Namun hal ini baru bisa dilaksanakan setalah 5 tahun karena penyiapan Infrastruktur. Yang kedua adalah optimalisasi lahan yang sudah ada. Lahan yang sudah ada sekarang digarap dengan serius. Sawah yang belum ada irigasinya diberikan infrastruktur yang bisa mendukung untuk irigasi yang bisa membantu untuk meningkatkan produksi pertanian.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *