JagatSembilan.com | Bojonegoro – Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) bekerja sama dengan Pondok Pesantren Moderen Arrahmat Bojonegoro mengadakan kegiatan pendampingan santri pondok pesantren Arrahmat dalam memahami urgensi fikih pra nikah di tengah maraknya pernikahan dini dan seks bebas kemarin, Selasa (17/12/2024).
Kegiatan tersebut diisi oleh dua pemateri. Pertama dari internal Unugiri, Alaika Abdi Mubammad, M.Ag, salah satu dosen prodi Pendidikan Agama Islam, dan kedua dari eksternal Unugiri KH. Ahmadi Ilyas, pengasuh PP. Ma’arif NU.
Dalam paparannya, Alaika menyampaikan 3 masalah yang sering menerpa remaja, yaitu miras, seks bebas, dan narkoba.

Pak Alaika menuturkan, di antara resiko/ bahaya nikah dini adalah stanting, labilnya emosi, dan masalah-masalah ekonomi, karena sebenarnya mempelai belum siap menikah sehingga pada akhirnya terjadi perceraian
Sementara itu, KH. Ahmadi menekankan bahaya seks bebas dan cara menghindarinya. Menurutnya seorang pemuda harus punya tiga sifat agar bisa terhindar dari seks bebas. Ketiga sifat itu adalah: haya’ (malu) kepada Allah, sebab Allah senantiasa mengawasi kita, iffah (pengendalian diri), dan muru’ah (menjaga kehormatan). Dengan tiga hal ini, seorang pemuda akan terhindar dari zina.
Dalam pemaparannya pula KH. Ahmadi menjelaskan resep-resep agar terhindar dari seks bebas, seperti berpuasa, menghindari khalwat, menonton vidio porno dan sebagainya.
Sementara itu, Ahamad Rifqi Azmi, selaku ketua penyelenggara acara tersebut, menyampaikan bahwa kegiatan ini termasuk salah satu dari Tridharma perguruan tinggi, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian.
Ust. Hafidzin, selaku kepala diniyah Pon.Pes Moderen Arrahmat mengaku sangat bahagia dengan adanya kegiata pendampingan ini. Tentu ini sangat berguna bagi para santri sebagai bekal bagi kehidupan mereka.













