JagatSembilan.com | Bojonegoro – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pondok Pesantren Al-Munawwar Kunci menggelar kegiatan ziarah makam leluhur, Senin (16/02/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Al-Munawwar, KH. Bardam Abd. Nasir, bersama dewan asatidz-asatidzah serta ratusan santri.
Ziarah makam yang dilaksanakan secara khidmat ini menjadi agenda rutin pesantren setiap menjelang Ramadhan. Para santri bersama para guru berjalan bersama menuju kompleks pemakaman leluhur pendiri dan tokoh-tokoh yang berjasa dalam berdirinya pesantren.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan tahlil, doa bersama, dan tausiyah singkat. Para santri tampak mengikuti seluruh rangkaian dengan tertib sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus sarana refleksi diri menjelang bulan suci.
Pengasuh Ponpes Al-Munawwar, KH. Bardam Abd. Nasir, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa ziarah bukan sekadar tradisi, melainkan momentum spiritual untuk menata hati.
“Ziarah ini bukan hanya untuk mengenang para leluhur dan pendiri pesantren, tetapi juga sebagai pengingat bagi kita semua bahwa kehidupan di dunia ini sementara. Menjelang Ramadhan, kita diajak membersihkan hati, memperbaiki niat, dan memperkuat tekad dalam beribadah,” ujar KH. Bardam Abd. Nasir.
KH. Bardam juga menerangkan qootes yang ada di makam Syech Jumadil Kubro Mojokerto, tentang keutamaan wasilah sebagai penyemangat dalam ziarah kubur.
“إذا تَضَايَقَتِ الأمورُ فَتَوَسَّلُوا بِأَهْلِ القُبُورِ, yang
Artinya: apabila merasa ada permasalahan yang sempit atau sulit.
Maka bertawasullah dengan ahli kubur. Ini bukan berarti kita meminta kepada selain Allah, tetapi kita berdoa kepada Allah dengan perantara orang-orang saleh yang telah mendahului kita,” jelasnya.
Menurutnya, tradisi tawasul dan ziarah makam merupakan bagian dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yang sarat dengan nilai adab dan penghormatan kepada para ulama serta pendahulu.
“Kita hari ini bisa menimba ilmu dengan nyaman karena perjuangan para masyayikh terdahulu. Maka sudah sepatutnya kita mendoakan mereka dan melanjutkan perjuangannya dengan kesungguhan belajar serta berakhlak mulia,” tambahnya.
Kegiatan ziarah makam ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tawadhu’, memperkuat spiritualitas santri, serta menjadi bekal dalam menyongsong Ramadhan 1447 H dengan hati yang lebih bersih dan siap meningkatkan kualitas ibadah.













