JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pimpinan Cabang Fatayat NU Bojonegoro menggelar puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 pada Minggu, (26/04/2026) bertempat di Aula Hasyim Asy’ari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC), Ketua PCNU Bojonegoro, serta seluruh badan otonom (Banom) NU di Bojonegoro.
Acara puncak dikemas dengan berbagai rangkaian kegiatan yang sarat makna, di antaranya pengukuhan sejumlah lembaga dan forum strategis di bawah naungan Fatayat NU, yakni Majelis Taklim Fatimah Zahra, FORDAF (Forum Daiyah Fatayat NU), IHF (Ikatan Hafidzah Indonesia), GARFA (Garda Fatayat NU), serta LKP3A (Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak).
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan dialog bersama alumni yang mengusung tema “Meneladani Militansi Fatayat Masa Lalu”. Dialog ini menghadirkan majelis alumni serta Dewan Kehormatan PC Fatayat NU Bojonegoro, Dra. H. Tjijik Mursyidah Muqafi, yang memberikan refleksi mendalam terkait perjalanan dan pengabdian kader Fatayat.
Dalam sambutannya, Ketua PC Fatayat NU Bojonegoro, Sahabat Rutin Winarsih, menegaskan pentingnya peran kader Fatayat di era saat ini. Ia menyampaikan bahwa kader Fatayat harus mampu menjadi pribadi yang berdaya, memberikan dampak nyata, serta memiliki wawasan global sehingga dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua PCNU Bojonegoro, dr. H. Kholid Ubed, yang mengapresiasi kontribusi Fatayat NU dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan peran sosial keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, dalam sesi dialog interaktif, Dra. H. Tjijik Mursyidah Muqafi menekankan bahwa keterlibatan dalam organisasi Fatayat bukan sekadar aktivitas, melainkan bentuk pengabdian. “Jika sudah terjun dalam dunia perkhidmatan, khususnya di Fatayat, maka kita harus siap untuk mewakafkan diri demi perjuangan,” ungkapnya.
Menjelang penutupan acara, dilakukan prosesi penyematan pin sebagai tanda cinta dan komitmen terhadap Fatayat NU. Momen ini berlangsung khidmat dan penuh haru, menjadi simbol penguatan loyalitas serta rasa memiliki terhadap organisasi.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penuh kehangatan melalui sesi tukar kado antar sesama sahabat Fatayat sebagai simbol solidaritas dan persaudaraan.
Peringatan Harlah ke-76 ini menjadi momentum penting bagi PC Fatayat NU Bojonegoro untuk terus memperkuat komitmen dalam mencetak kader-kader perempuan yang tangguh, berdaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan masyarakat.(Nurul)














