JagatSembilan.com | Bojonegoro – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pengajian rutin Alumni Pondok Pesantren Nurussalam Wali Songo Gomang yang digelar pada Minggu (03/05/2026). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan spiritual bagi para alumni, khususnya yang berasal dari Kabupaten Bojonegoro.
Pengajian rutin tersebut dilaksanakan di kediaman Agus Malik, RT 06 Desa Kaliombo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Ratusan alumni tampak antusias mengikuti kegiatan sejak awal hingga akhir, menunjukkan kuatnya ikatan emosional dengan pondok pesantren.
Hadir dalam kesempatan tersebut Pengasuh Pondok Pesantren Nurussalam Gomang, KH. RM. Abraham Naja Mangkunegara. Kehadiran beliau menjadi momen penting bagi para alumni untuk kembali mendapatkan nasihat serta keberkahan ilmu secara langsung.

Diawali Sholawat dan Tahlil, Suasana Religius Terbangun
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan sholawat yang diiringi grup hadrah Gandrung Sholawat Nabi di bawah pimpinan Joko. Lantunan sholawat tersebut menciptakan suasana religius yang syahdu.
Selanjutnya, pembacaan tahlil dipimpin oleh K. Kusdi, salah satu alumni senior Pondok Pesantren Nurussalam Gomang.

Kajian Fathul Qorib: Lima Perkara Membatalkan Wudhu
Dalam tausiyahnya, KH. Abraham Naja Mangkunegara mengulas kitab Fathul Qorib pada bab perkara yang membatalkan wudhu. Beliau menjelaskan lima hal yang membatalkan wudhu, yaitu:
- Keluar sesuatu dari qubul atau dubur, seperti air kencing, tinja, angin, mani, dan madzi.
- Hilangnya akal, seperti tidur nyenyak, pingsan, mabuk, atau gila.
- Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan non-mahram tanpa penghalang.
- Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan, baik milik sendiri maupun orang lain.
- Menyentuh lingkaran dubur yang dalam sebagian pendapat ulama termasuk kategori menyentuh kemaluan.
Alumni: Jaga Hubungan dengan Pondok Demi Keberkahan Ilmu
Salah satu alumni, Muta’al, menegaskan pentingnya keberlangsungan kegiatan ini sebagai sarana menjaga keterhubungan antara santri dan pondok.
“Melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara santri dengan pondok tetap terjaga. Hal ini penting agar ilmu yang diperoleh selama di pesantren membawa keberkahan dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pengajian rutin ini diharapkan terus menjadi wadah mempererat ukhuwah antaralumni sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi penguat komitmen alumni untuk terus mengamalkan ilmu dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.













