Oleh: Yazid Mar’i
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 Tema Hari Kebangkitan Nasional 2026 seperti yang tertuang pada surat Menteri Komunikasi dan Digital Nomor: B-418/M.KOMDIGI/HM.04.01/05/2026, mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut dipilih supaya Harkitnas tahun 2026 bisa membawa nilai-nilai semangat dan kekuatan untuk bangkit menuju masa depan Indonesia kuat.
Tema itu pun dipilih agar generasi muda Indonesia menjadi fondasi utama pembangunan nasional di tengah tantangan semakin berat terutama perkembangan teknologi dan transformasi digital yang semakin hari semakin cepat.
Perkembangan kurun terahir yang tengah terjadi di Indonesia dan juga beberapa negara tetangga, suasana global berdampak semakin ketidakjelasan arah ekonomi bangsa yang ditandai nenurunnya nilai rupiah terhadap dolar mengakibatkan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat, efisiensi anggaran disejumlah institusi hingga menyebabkan lapangan kerja semakin sulit.
Jika melihat sejarah, situasi sulit inilah yang justru dimasa lalu melahirkan semangat dan kebangkitan nasionalisme para pemuda Indonesia untuk mendirikan organisasi kebangsaan “Budi Utomo” pada 20 Mei 1908 sebagai titik awal kemerdekaan Indonesia yang kemudian diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).
Pengalaman sejarah inilah yang seharusnya menjadi semangat para pemuda hari ini untuk dapat berkontribusi kepada negara tentang apa yang dapat diberikan dan bukan apa yang didapat dari negara.
Kritik membangun dengan memberikan solusi terhadap persoalan bangsa minimal mampu mengurai persoalan yang ada atau mengeksplor potensi yang dimilikinya merupakan kewajiban pemuda hari ini sebagai komunitas ysng terbukti mampu melahirkan perubahan kepada kebaikan tatanan yang berkelanjutan, keharusan logis yang tidak bisa ditawar atau ditunda, seyampang kesempatan berkonstribusi di depan mata.
Selamat memperingati hari Kebangkitan Nasional, ditangan pemudalah kebaikan suatu bangsa. Jangan hanya menunggu dan diam, karena hanya akan melahirkan kejenuhan dan melelahkan.
Penulis: M. Yazid Mar’i (Anggota ICMI Bojonegoro Bidang Pengembangan internal organisasi dan SDM tahun 2025-2030)














