JagatSembilan.com | Bojonegoro – Sekitar 2.000 warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, mengikuti Kirab Pataka dan NU Riding dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang digelar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sumberrejo tersebut berlangsung meriah. Para peserta menyusuri sejumlah desa dengan total jarak tempuh sekitar 45 kilometer.
Pemberangkatan peserta dilakukan oleh jajaran Syuriah MWCNU Sumberrejo. Prosesi diawali dengan penyerahan bendera pataka dari masing-masing badan otonom (Banom) NU kepada tim pembawa pataka yang melibatkan jajaran Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor serta tim riding Banser Satkoryon Sumberrejo.
Kirab tersebut menjadi ajang konsolidasi warga Nahdliyin sekaligus mempererat silaturahmi antarranting NU di wilayah Kecamatan Sumberrejo.
Susuri Puluhan Desa, Satukan Warga Nahdliyin
Rangkaian Kirab Pataka dan NU Riding dimulai dari Institut Attanwir Talun. Di titik pemberangkatan ini, peserta dari 10 ranting, yakni Ngampal, Sendangagung, Deru, Pekuwon, Sumberrejo, Sumuragung, Talun, Jati Gede, Prayungan, dan Bogangin, berkumpul sebelum memulai perjalanan.

Rombongan kemudian bergerak ke arah timur menuju titik kumpul kedua yang meliputi Ranting Margoagung, Butoh, dan Mejuwet. Perjalanan dilanjutkan ke arah selatan menuju Ma’had Al Rosyid sebagai titik kumpul ketiga, dengan melibatkan peserta dari Sambongrejo, Pejambon, Karangdowo, dan Tulungrejo.
Dari lokasi tersebut, rombongan bergerak ke arah timur menuju Desa Teleng, Karangdinoyo, Wotan, dan Kayulemah. Selanjutnya, barisan kirab menuju Kayulemah dan berbelok ke arah barat untuk menyambangi titik kumpul berikutnya yang meliputi Mlinjeng, Sumberharjo, Banjarjo, dan Kedungrejo.
Desa Tlogohaji menjadi titik kumpul terakhir sekaligus lokasi pengumpulan kupon undian peserta. Setelah seluruh rangkaian kegiatan di lokasi tersebut selesai, rombongan menempuh perjalanan pulang melalui Desa Ngampal dan Kedungrejo, sebelum akhirnya kembali ke titik finis di Institut Attanwir Talun.
Sepanjang perjalanan, iring-iringan peserta memenuhi sejumlah ruas jalan antardesa. Meski melibatkan ribuan warga, kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan dari masyarakat yang menyaksikan kirab.
Disebut Kirab Perjuangan 45, Terinspirasi Tahun Kemerdekaan
Ketua PAC GP Ansor Sumberrejo, Muh Sujud, selaku penanggung jawab sekaligus penggagas kegiatan, mengatakan Kirab Pataka dan NU Riding memiliki makna filosofis tersendiri bagi warga NU.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan warga Nahdliyin sekaligus menumbuhkan semangat perjuangan dan nasionalisme.
“Kirab Pataka ini menjadi momentum bersejarah dan merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Bojonegoro dalam skala besar. Total jarak tempuh rute ini adalah 45 km, sehingga dikenal juga sebagai Kirab Perjuangan 45, yang artinya mengambil semangat dari tahun kemerdekaan Indonesia,” ujar Muh Sujud.
Ia menjelaskan, penamaan Kirab Perjuangan 45 merujuk pada jarak tempuh sekitar 45 kilometer sekaligus mengambil inspirasi dari tahun kemerdekaan Republik Indonesia, 1945.
Melalui kegiatan tersebut, warga Nahdliyin di Kecamatan Sumberrejo diharapkan semakin memperkuat ukhuwah, menjaga tradisi organisasi, serta merawat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Kirab Pataka dan NU Riding dalam rangkaian Hari Santri Nasional 2026 ini juga menjadi ruang kebersamaan bagi jajaran NU, badan otonom, dan warga di tingkat ranting untuk terus mempererat hubungan serta menghidupkan semangat khidmah kepada agama, bangsa, dan masyarakat.(Red)













