JagatSembilan.com | Bojonegoro – DPRD Kabupaten Bojonegoro bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyepakati dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis dalam Rapat Paripurna, Rabu (29/7/2026). Dua Raperda tersebut yakni Raperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Bojonegoro Tahun 2025–2045 dan Raperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak (KLA).
Rapat paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro itu dinyatakan memenuhi kuorum. Dari 50 anggota DPRD, sebanyak 49 anggota hadir. Setelah melalui pembahasan dan penyempurnaan, kedua Raperda akhirnya mendapat persetujuan bersama antara legislatif dan eksekutif.
Raperda Kepariwisataan akan menjadi pijakan pembangunan sektor pariwisata Bojonegoro hingga 2045, dengan sasaran meningkatkan kunjungan wisatawan, PAD, pengembangan destinasi kreatif dan inovatif, serta penguatan fasilitas pendukung. Di sisi lain, Raperda KLA diarahkan untuk memperkuat pemenuhan dan perlindungan hak anak, termasuk melalui sosialisasi, pengawasan dunia usaha, penguatan Satgas KLA dan evaluasi pelaksanaan secara berkala.
Bupati Bojonegoro menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas sinergi dalam pembahasan kedua Raperda tersebut. Ia menegaskan, regulasi Kabupaten Layak Anak harus diterapkan secara nyata dan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi.
“Dengan disetujuinya Raperda Kabupaten Layak Anak, regulasi ini bukan sekadar formalitas administratif. Perda ini menjamin terpenuhinya hak anak, mengintegrasikan perlindungan anak dalam pembangunan daerah, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi masa depan anak-anak Bojonegoro,” tegasnya.
Sedangkan terkait Raperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan 2025–2045, Bupati menyebut regulasi tersebut akan menjadi arah pembangunan pariwisata dalam jangka panjang. Menurutnya, pengembangan pariwisata harus mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan PAD sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku usaha serta masyarakat lokal.
“Perda ini akan menjadi kompas arah pembangunan pariwisata di Bumi Angling Dharma,” ujarnya.(Red)














