Pemkab Bojonegoro Dorong Pemberdayaan Ekonomi Lewat Program GAYATRI, Pemdes Siapkan Dukungan Usaha

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus memperkuat upaya pengentasan kemiskinan melalui program GAYATRI (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri). Program ini dirancang sebagai strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang menyeluruh, melibatkan kolaborasi antara Pemkab dan pemerintah desa (Pemdes).

Lewat skema sinergis, Pemkab melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja menyelenggarakan pelatihan intensif bagi keluarga pra sejahtera. Sementara itu, Pemdes berperan aktif mendukung pelaksanaan program dengan mengalokasikan anggaran desa untuk penyediaan paket usaha lengkap bagi peserta.

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam program GAYATRI tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga langsung mendapatkan sarana produksi berupa:

  • 54 ekor ayam pullet siap bertelur
  • Kandang standar
  • Persediaan pakan untuk dua bulan
  • Vaksin, vitamin, dan obat-obatan pendukung

Langkah ini memastikan peserta mampu langsung menerapkan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan bertema “Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Masyarakat melalui Pelatihan Budidaya Ternak Ayam Petelur dan Pengolahan Hasil Telur Skala Rumah Tangga.”

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, Amir Syahid, menegaskan bahwa sasaran program telah melalui verifikasi ketat berbasis data Damisda.

“Gayatri ini penerimanya berdasarkan keluarga pra sejahtera, jadi saat ini penerimanya sesuai dengan data Damisda,” jelasnya.

Dalam pelatihan berdurasi lima hari, peserta mendapat materi dari empat bidang utama:

  1. Manajemen kandang dan pemeliharaan ternak
  2. Pemberian pakan dan nutrisi optimal
  3. Kesehatan ayam dan pencegahan penyakit
  4. Inovasi produk berbasis telur – seperti pembuatan kue dan olahan rumahan lainnya

Camat Ngraho, Yudisthira Ardhi Nugraha, S.STP., M.M., menyampaikan apresiasinya atas pelatihan yang diberikan di wilayahnya.

> “Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro atas pelatihan selama lima hari ini. Harapannya, peserta bisa memanfaatkan ilmu yang diberikan untuk mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Dukungan nyata dari pemerintah ini disambut positif oleh warga. Ismail Ahmad, peserta dari Desa Klempun, merasa pelatihan ini membuka peluang baru.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya jadi lebih paham cara beternak dan bisa mulai usaha kecil dari rumah,” katanya.

Sementara itu, Muslikah, warga Desa Sumberarum, mengaku semakin optimis bisa membantu ekonomi keluarga.

“Sebagai ibu rumah tangga kami ingin tetap berdaya dan ingin membantu ekonomi keluarga,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Ngraho ini merupakan bagian dari gerakan berskala besar yang menyasar 28 kecamatan di Bojonegoro. Program GAYATRI secara resmi dibuka oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, pada 24 Juni 2025.

Dengan pendekatan pelatihan plus dukungan usaha, Pemkab Bojonegoro menargetkan lahirnya pelaku industri kecil menengah (IKM) baru yang tangguh, produktif, dan mampu berkontribusi dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *