JagatSembilan.com | Bojonegoro – DPC Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Bojonegoro terus memperkuat peran dan eksistensinya sebagai organisasi profesi yang menaungi para praktisi hipnotis profesional. Melalui kerja sama dengan RS Muslimat NU Muna Anggita, PKHI DPC Bojonegoro melakukan kegiatan sosialisasi mengenai hipnotis sebagai profesi yang memiliki manfaat positif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendukung pelayanan kesehatan dan kehidupan sosial.
Sebagai organisasi profesi, PKHI memiliki peran dalam memberikan wadah, edukasi, pengembangan kompetensi, serta menjaga profesionalitas para praktisi hipnotis agar dalam menjalankan praktiknya sesuai dengan standar dan etika profesi.
Kerja sama PKHI DPC Bojonegoro dengan RS Muslimat NU Muna Anggita dimulai pada bulan Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, sejumlah praktisi hipnotis yang tergabung dalam PKHI DPC Bojonegoro terlibat aktif memberikan edukasi dan sosialisasi kepada lingkungan rumah sakit.
Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Dodyk Anis Priyanto selaku Wakil Sekretaris DPC PKHI Bojonegoro yang menjelaskan bagaimana penerapan hipnotis dapat membantu memberikan rasa nyaman, termasuk dalam proses khitan sehingga anak lebih rileks dan tersenyum.

Kemudian Ustadz Sanusi memberikan penjelasan mengenai manfaat hipnotis secara umum, baik dalam aspek kesehatan maupun kehidupan sehari-hari.
Pada Rabu (17/06/2026), kegiatan sosialisasi dilaksanakan di aula RS Muslimat NU Muna Anggita Bojonegoro. Acara berlangsung menarik dan interaktif dengan sesi diskusi yang dipandu oleh Wakil Direktur RS, Nico Satria.
Pasca kegiatan sosialisasi, pihak internal rumah sakit menyampaikan adanya respons positif dari masyarakat yang membutuhkan layanan berbasis hipnotis.
Wakil Direktur Umum RS Muslimat NU Muna Anggita, Eko, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit sedang mempersiapkan kemungkinan menghadirkan layanan tersebut.
“Kami sedang mengusahakan layanan ini bisa ada di RS. Sumber daya manusia sudah tersedia melalui pelatihan khusus, bahkan ada yang memiliki jenjang kompetensi Master, Trainer, dan sertifikat Hipnoterapi. Semoga dapat segera terlaksana,” ungkapnya.
Sementara itu, drg. Sofan Solikin Ketua DPC PKHI Bojonegoro sekaligus praktisi hipnotis menyampaikan bahwa hipnotis memiliki banyak manfaat apabila dilakukan secara profesional.
Menurutnya, keberadaan PKHI sebagai organisasi profesi menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman masyarakat bahwa hipnotis bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebuah bidang profesi yang dapat memberikan manfaat positif dengan tetap mengedepankan kompetensi dan kode etik.(red)














