Pondok Salafiah Al Bahroin 2 Padangan
JagatSembilan.com | Bojonegoro – Pondok Salafiah Al Bahroin 2 Desa Padangan Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro gelar pengukuhan 75 anggota baru kemarin, Sabtu (09/11/2024) malam.
Dalam acara itu dihadiri oleh, Bisri Choiron Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Bojonegoro, Riyadi Bendahara PC Pagar Nusa Bojonegoro, KH. M. Nurul Burhan Pengasuh Ponpes Al Bahroin. Pada acara itu juga dihadiri oleh Mbah Minto dan Drs. Kushariyadi sesepuh Pagar Nusa Padangan.
Pada acara itu juga dihadiri Heru Wiyanto Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Padangan beserta jajaran serta 75 anggota baru Pagar Nusa dari Ponpes Al Bahroin Padangan.

Bisri Choiron Ketua PSNU Pagar Nusa Bojonegoro dalam sambutannya sebelum mengukuhkan menyampaikan, terima kasih kepada Pengasuh Pesantren yang telah berkenan mengadakan kegiatan pencak silat Pagar Nusa di pesantren Tahfidzul Qur’an Al Bahroin.
“Hal ini sejalan dengan history yang menjadi latar belakang berdirinya Pagar Nusa yang lahir dari pesantren. Di mana dalam sejarahnya perjuangan para Kyai atau Ulama pesantren NU,” kata Mbah Bisri sapaan akrab dari Bisri Choiron.
Menurut Mbah Bisri, pada era penjajahan dan setelah penjajahan sebagian besar pondok pesantren juga menjadi padepokan pencak silat dan basisnya pendekar NU. Menurutnya diera dulu seorang kyai biasanya juga seorang pendekar, dalam rangka untuk melestarikan budaya dan menanamkan ghiroh perjuangan membela NKRI dan mengawal Kyai.
“Hal itu diilhami sejarah perjuangan dulu itu. Maka layaklah jika di setiap pesantren NU ada kegiatan olahraga beladiri pencak silat Pagar Nusa yang tentunya dengan tidak mengganggu proses belajar mengajar di pesantren,” tambah Bisri.
Selain itu menurut Mbah Bisri, keberadaan Pagar Nusa di pesantren juga memberikan nilai plus untuk para santri untuk berolah raga dan berlatih beladiri.
“Dan yang lebih penting lagi tersambungnya sanad keilmuan pencak silat yang didirikan oleh para kyai dan ulama Nahdlatul ulama, yang secara resmi menjadi satu-satunya banom NU bidang bela diri,” tambahnya.
Mbah Bisri menambahkan, Pagar Nusa diberikan tugas untuk menggali mengembangkan dan melestarikan pencak silat Nahdlatul Ulama sebagai warisan budaya luhur wali songo untuk membentengi generasi Nahdlatul ulama yang berpaham ahlussunnah wal jamaah annahdhiyah.
“Serta mengobarkan semangat untuk selalu mencintai dan membela NKRI.” pungkas Mbah Bisri.

Pada kesempatan itu juga ada penyerahan Ekta Pagar Nusa dan Cendramata dari Bisri Choiron kepada KH. M. Nurul Burhan dan Kyai Bilal.













