JagatSembilan.com | Bojonegoro – Eko Purwanto, seniman kelahiran Bojonegoro tahun 1962, merupakan sosok penting dalam dunia seni tradisi dan seni peran di Kabupaten Bojonegoro. Selain dikenal sebagai pelaku seni ketoprak dan ludruk, ia juga aktif sebagai pemeran film.
Setelah puluhan tahun mengabdi sebagai pendidik, ia resmi pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil pada tahun 2021, dengan jabatan terakhir sebagai guru Sekolah Dasar Negeri Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Di dunia seni peran, perjalanan Eko Purwanto tidak bisa dianggap remeh. Namanya pernah menembus panggung nasional ketika berhasil meraih penghargaan Pemeran Terbaik Nasional tahun 2019 berkat perannya sebagai tokoh ayah dalam film “Sebatas Angan”.
Kini ia kembali memperkuat kiprahnya dengan terlibat dalam proses produksi film “Subamanggala: Sang Penuntun Jalan” yang disutradarai oleh Hafiz Subhan. Film tersebut menjadi ruang baru bagi Eko untuk terus berkarya dan mendukung perkembangan perfilman lokal.
Selain dunia film dan panggung, kepedulian Eko terhadap pelestarian budaya Jawa ia wujudkan melalui aktivitasnya mengajar gamelan pada kegiatan ekstrakurikuler di dua sekolah, yakni SMP Negeri 3 Bojonegoro dan Sekolah Dasar Terpadu. Melalui kegiatan itu, ia berupaya mengenalkan seni tradisi kepada generasi muda.
Sebagai seniman yang tumbuh besar bersama tradisi lokal, Eko Purwanto menegaskan komitmennya pada pelestarian budaya.
“Kebudayaan itu warisan yang harus dirawat. Kalau kita tidak menjaga dan mengajarkannya pada anak-anak, nanti siapa lagi yang melanjutkan? Seni adalah jati diri kita,” tutur tutur Eko saat syuting film Subamanggala: Sang Penuntun. Senin (17/11/2025).
Dengan rekam jejak panjang di dunia seni, pendidikan, dan perfilman, Eko Purwanto kini menjadi teladan bagaimana budaya dapat dijaga sekaligus dikembangkan di tengah perkembangan zaman. Dedikasinya membuktikan bahwa seni bukan hanya hiburan, melainkan identitas yang layak diwariskan.














