JagatSembilan.com | Rijal Mumaziq Rektor Universitas Al-Falah Assuniyah (UAS) yang juga Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur mempunyai pesan tegas terhadap kader GP Ansor dan Banser-Bansernya. Gus Rijal menyampaikan pesannya dihadapan peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Malang beberapa hari silam.
Berikut pesan-pesan Gus Rijal:
1. Perbanyak foto-foto dan video pelayanan keummatan, saat para penggerak Ansor-Banser menolong masyarakat, atau melayani mereka. Minimalisir foto-foto dengan para kaum elit, maksimalkan posting pendampingan kaum alit. Ummat tidak butuh foto kita saat bersama pejabat atau tokoh masyhur, maksimal mereka cuma bilang “oh”, paling banter “wow”. Begitu saja. Tapi semakin banyak aksi nyata melayani manusia, identitas kita sebagai Ansor akan semakin dicintai.
2. Saat kumpul, perbanyak bahas program pelayanan, apapun bentuknya. Minimalisir rasan-rasan sesama kader. “Hukum Alam”-nya Ansor itu bisa bergerak cukup dengan 12 orang, sebagaimana jumlah Hawariyyin-nya Nabi Isa alaihissalam, dan 12 Sahabat Anshar yang berbaiat Aqabah pertama kepada Rasulullah. 12 ya. Catat. Ini cukup menjadi turbin penggerak program walaupun yang tertera di SK bisa sampai melampaui 30-an orang. Hahaha
3. Perbanyak varian program keummatan. Kita lakukan dengan cara beda, agar hasilnya juga beda. Alangkah konyolnya, manakala ingin hasil berbeda tapi caranya tetap sama. Mustahil! Lakukan dengan cara yang berbeda hasilnya pun berbeda.
4. Jangan merepotkan ummat dengan narik urunan buat acara seremonial. Mereka ini sudah dedel-duwel soal kebutuhan sehari-hari. Kalau kita senang-senang saja, tapi belum tentu mereka. Ingat, ada banyak ayah yang pontang panting mikir biaya mondok anak, juga biaya merawat orangtua/keluarga yang sakit. Hentikan pungutan atas nama acara-acara seremonial. Kalau ingin menggerakkan masyarakat buat urunan, beli aset saja. Aset yang bisa dipakai melayani dan menolong mereka.
5. Perbanyak postingan di medsos dengan ide dan aksi nyata, bukan melulu posting quote dan ucapan selamat hari ini itu, ucapan selamat untuk yang baru menjabat, dll. Ciri organisasi Ansor itu hidup jika di IG, FB, Tiktok dan story WA anggotanya banyak posting aktivitas anggotanya saat menjalankan program.
6. Semakin banyak aset organisasi berlabel Ansor dan NU yang sliwar sliwer melayani masyarakat, semakin organisasi ini disegani dan dicintai. Kalau masyarakat merasakan kemanfaatan aset organisasi, nggak usah nodong proposal deh, masyarakat sendirilah yang akan membantu organisasi ini hidup, baik dengan sokongan dana maupun benda/barang.
7. Jaga nama baik diri dan marwah organisasi. Jangan pernah melakukan tindakan konyol atas nama organisasi. Memalukan.
***
Dalam diskusi dengan para sahabat anggota Departemen Sosial dan Pemberdayaan GP Ansor Jawa Timur, maupun saat ngisi acara PKD/PKL Ansor, hal ini sering saya sampaikan. Perkara pendengar setuju atau tidak, itu urusan lain.
Source: https://www.facebook.com/100002149375608/posts/pfbid0SwjnCBxAenHTRbTLwUbmYZprMytdqDYJvXUkCwWWfUMKDWHrvPboHEDw6MFx29LBl/?app=fbl













