Hadiri Pembukaan PKL Ansor Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur Ungkap Tantangan Masa Depan

Kusnandaka Tjatur saat menyampaikan sambutan
Kusnandaka Tjatur saat menyampaikan sambutan

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Drs. Kusnandaka Tjatur M.SI Asda I Pemkab Bojonegoro menghadiri acara opening ceremony Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) GP Ansor Bojonegoro di halaman MTs Unggulan Islamiyah Balen Desa Balenrejo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Kamis (8/9/2026). Ia mengungkapkan berbagai tantangan dan peluang GP Ansor di masa depan.

Leadership bagian dari Manajemen

Kusnandaka mengingatkan pentingnya kemampuan kepemimpinan dalam proses kaderisasi. Menurutnya, leadership merupakan bagian dari manajemen dan membutuhkan kemampuan membangun hubungan dengan orang lain.

“Leadership memang adalah menjadi satu bagian dalam manajemen,” ujar Kusnandaka.

Ia menilai kepemimpinan akan berkembang apabila seseorang memiliki kemampuan membangun human relations dan public relations.

“Leadership bisa matang kalau kita bisa kuat di dalam human relations dan public relations,” kata Kusnandaka Tjatur.

Karena itu, ia mendorong proses kaderisasi tidak hanya memberikan pengetahuan organisasi, tetapi juga memperkuat kemampuan kader dalam membangun hubungan sosial.

“Oleh karena itu, pada kesempatan yang berbahagia ini, saya menyampaikan para instruktur yang hadir, bagaimana mentransfer knowledge dalam pelaksanaan public dan human relations yang saya yakin para sahabat GP Ansor ini sudah mendalami, mempraktikkan, namun ini perlu kita kuatkan,” tutur Kusnandaka.

Tantangan Kader Ada di Masa Depan

Kusnandaka mengajak kader untuk tidak hanya berpikir mengenai tantangan hari ini. Menurutnya, perubahan zaman akan membuat kebutuhan kepemimpinan dan kemampuan organisasi terus berkembang.

“Karena apa yang kita tatap hari ini, panjenengan pasti nanti akan terlewati. Yang menjadi tantangan harapan masa depan panjenengan adalah barangkali 5-10 tahun yang akan datang,” tegas pria berkacamata itu.

Ia kemudian mengajak generasi muda membayangkan perubahan yang mungkin terjadi dalam beberapa dekade mendatang. Menurutnya, perubahan teknologi dalam beberapa puluh tahun terakhir sudah menunjukkan betapa cepatnya kehidupan berubah.

“Sehingga kalau kita berpikir future masa yang akan datang, berarti panjenengan-panjenengan bayangkan para sahabat ini adalah 40 tahun ke depan seperti apa tantangan panjenengan,” kata Kusnandaka Tjatur.

Kaderisasi Harus Adaptif di Era Digital dan AI

Kusnandaka juga menyinggung perubahan pola belajar di era digital. Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki karakter berbeda dalam menerima informasi.

Ia mencontohkan kecenderungan generasi Z yang lebih mudah menerima informasi melalui visual dan infografis dibandingkan teks panjang.

“Gen Z itu, Gen Z, itu kalau suruh membaca secara ni-ni itu nggak betah. Betahnya apa? Dengan infografis,” terang Pria yang juga Dosen itu.

Karena itu, ia mengaku memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk internet dan artificial intelligence (AI), untuk membantu merangkum informasi dan mendapatkan inti dari berbagai materi.

“Sehingga apapun sekarang saya paksakan terhadap materi-materi yang secara mudah kita cari secara internet, AI dan sebagainya, untuk membuat kristalisasi apa sih intinya,” tambah Kusnandaka.

Namun, menurutnya, kemampuan memahami informasi saja tidak cukup. Pengetahuan harus diterapkan dalam kehidupan nyata.

“Yang tidak kalah pentingnya yang kedua yang ingin saya sampaikan para sahabat adalah bagaimana mengimplementasikannya,” ujar Kusnandaka.

Ia menegaskan, ilmu akan berkembang ketika mampu diterapkan dan memberikan manfaat.

“Jadi kita punya ilmu, kalau tidak bisa kita implementasikan, nun sewu, lama-lama anak akan hilang. Tetapi begitu kita bisa mengimplementasikan, insyaallah ilmu itu akan berkembang dan berkembang terus,” tutur Kusnandaka Tjatur.

Kusnandaka: Pemuda Menentukan Masa Depan

Kusnandaka menilai proses kaderisasi pemuda memiliki arti penting bagi masa depan masyarakat dan pemerintahan.

Menurutnya, perjalanan sejarah menunjukkan bahwa perubahan dan perjuangan tidak terlepas dari peran pemuda. Karena itu, generasi saat ini memiliki tanggung jawab menyiapkan generasi berikutnya.

“Karena apapun, Bapak Ibu sekalian, kalau kita mempelajari sejarah, baik yang ada di desa maupun perjuangan-perjuangan dalam menuju kebaikan dan kebenaran di dunia, ini tidak terlepas dari para peran pemuda,” ujar Kusnandaka Tjatur.

Ia menekankan, generasi yang lebih tua memiliki kewajiban mempersiapkan generasi penerus agar mampu menghadapi tantangan yang terus berubah.

“Maknanya apa, Bapak sekalian, apapun kalau kita berbicara masa yang akan datang, kita sebagai orang tua harus dan punya kewajiban untuk mempersiapkannya,” kata Kusnandaka Tjatur.

Menurutnya, proses tersebut harus diarahkan untuk membangun generasi yang kuat, baik dalam kapasitas kepemimpinan maupun kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

“Karena salah satu yang harus kita pegang itu adalah bagaimana kita menyiapkan generasi yang akan datang bukan generasi yang lemah,” tutur Kusnandaka Tjatur.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *