ASN League Ricuh, Dewan Pembina Futsal Bojonegoro Desak Sanksi Berat Pelaku Pemukulan Wasit

Oplus_131072

JagatSembilan.com | Bojonegoro – Insiden ricuh dalam pertandingan Futsal ASN League di GOR Dabonsia Bojonegoro pada Kamis malam, 5 Desember 2025, menuai kecaman dari berbagai pihak. Dewan Pembina Futsal Kabupaten Bojonegoro, H. Abdul Mustajib, menyesalkan tindakan tidak sportif yang berujung pada pemukulan wasit dan mencoreng dunia olahraga daerah.

Kronologi Ricuh Pertandingan

Berikut kronologi sesuai yang jagatsembilan.com dapatkan. Pertandingan yang mempertemukan FC Baru melawan Dishub itu berlangsung sejak pukul 20.00 WIB. Sejak awal babak pertama, tensi permainan tampak tinggi dan menjurus kasar. Wasit Awaludin bahkan telah mengeluarkan beberapa kartu kuning.

Pada menit ke-16, wasit sempat menghentikan pertandingan dan memanggil kedua kapten untuk memastikan apakah laga masih dapat dilanjutkan. Kedua tim menyatakan siap melanjutkan permainan hingga babak pertama selesai.

Masuk babak kedua, situasi kembali memanas. Pada menit ke-11, FC Baru mendapatkan tendangan bebas. Namun kapten tim Dishub bernomor punggung 7 melakukan protes berlebihan kepada wasit dua, hingga terjadi adu argumen dan sebuah sikutan yang jelas mengenai wasit yang bertugas.

Wasit berupaya mengeluarkan kartu merah atas insiden itu, namun situasi berubah chaos dan kartu tidak sempat dikeluarkan. Pemain FC Baru berupaya melindungi wasit dari serangan lanjutan pemain Dishub tersebut, namun justru terjadi kericuhan besar dan pemukulan di lapangan tidak dapat dihindari.

Panitia pelaksana segera mengamankan wasit dan membawa keluar dari lapangan. Melihat kondisi yang tidak kondusif, pertandingan dinyatakan selesai. Dua pertandingan berikutnya pada jadwal malam itu juga dibatalkan.

H. Abdul Mustajib: Tindakan Tidak Sportif Tidak Bisa Ditoleransi

Menanggapi insiden tersebut, H. Abdul Mustajib mengecam keras tindak kekerasan di lapangan yang melibatkan ASN.

“Bagaimanapun tindakan tidak sportif tidak dibenarkan, sudah mencederai semangat sportivitas dan fairplay,” tegasnya. Sabtu (06/12/2025)

Ia meminta Komite Disiplin AFKAB Bojonegoro menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku pemukulan. Sebab menurutnya, insiden ini tergolong pelanggaran berat dan telah mencoreng pembinaan futsal yang selama ini menunjukkan tren positif.

“Pelaku pemukulan wasit agar segera disanksi dengan tegas karena ini sudah termasuk pelanggaran yang sangat berat,” ujarnya.

Mustajib juga mengaku mendapat laporan bahwa Kadinpora Bojonegoro menghentikan turnamen ASN League tersebut. Ia mendorong dilakukan evaluasi menyeluruh, bahkan jika perlu turnamen dihentikan permanen.

“Harapan saya segera dievaluasi dan bila perlu dihentikan turnamen tersebut,” ungkapnya.

ASN Harusnya Jadi Teladan, Bukan Pemicu Kericuhan

Sebagai Dewan Pembina Futsal Kabupaten Bojonegoro sekaligus Anggota Komisi Disiplin PSSI Jawa Timur, ia menilai bahwa peserta turnamen—yang berstatus Aparatur Sipil Negara—seharusnya memberi contoh baik kepada atlet muda, bukan justru terlibat dalam perilaku memalukan.

“Harusnya bisa memberi teladan yang baik bagi atlet-atlet muda futsal Bojonegoro dan memotivasi mereka. Justru malah viral dan memalukan apalagi dengan membawa label ASN,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa panitia penyelenggara wajib bertanggung jawab atas lemahnya pengendalian pertandingan hingga berujung ricuh.

“Panitia penyelenggara juga harus bertanggung jawab,” tegasnya.

Dengan kejadian ini, publik berharap dunia futsal Bojonegoro kembali dibenahi dan nilai sportivitas dijunjung tinggi dalam setiap penyelenggaraan turnamen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *