JagatSembilan.com | Bojonegoro – Adanya rencana Pemerintah Indonesia untuk mendirikan pabrik Etanol dan Metanol di Kabupaten Bojonegoro mendapat sambutan antusias dari Masyarakat, termasuk Zaenal Fanani, SPi, MP Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (PC LPPNU) Bojonegoro.
“Bahan baku Pabrik Etanol dan Metanol bisa dari C AnOrganik seperti Etilena/Etena (C2H4) untuk pembuatan Etanol dan Metana (CH4) serta Carbon dioksida (CO2) untuk pembuatan Metanol,” kata Zaenal Fanani. Kamis (05/11/2024).
Menurut Pria berkacamata itu, pembuatan Etanol dan Metanol dengan menggunakan C AnOrganik ini memiliki beberapa kelebihan, pertama, bukan Komoditas Pangan, karena sekarang ini dunia sedang kekurangan bahan pangan. Yang kedua menurutnya, Jumlahnya banyak secara kuantitas mencukupi. Ketiga keberlanjutan atau kontinyuitas bisa terjaga dan keempat lebih ekonomis.
“Analisa ekonomis pembuatan industri etanol yang menggunakan etilena lebih unggul dibanding dengan menggunakan tetes tebu (molases) dengan presentase ROI (Return On Investment) sebesar 39,34% dibanding 20% demikian juga nilai BEP (Break Event Point) sebesar 42,9 % dibanding 54%.,” imbuh Pria yang berdomisili di Kecamatan Dander itu.
Pak Zaenal sapaan akrab dari Zaenal Fanani juga menjelaskan, Pemanfaatan Raw Gas hasil side produk pengelolaan minyak di Bojonegoro masih sangat minim, rata-rata di buang di udara, di bakar sebagai Flare atau di injeksikan kedalam bumi kembali.
“Maka Pembangunan Industri Etanol dan Metanol di Bojonegoro merupakan Momentum Bangkitnya Industri Berbahan baku minyak dan gas, semoga diikuti dengan industri industri lainnya, seperti industri plastik dan polimer, industri pupuk, industri karet dan serat sintetis dan industri lainnya,” jelas Pak Zaenal.
Menurut Pak Zaenal, Kabupaten Bojonegoro yang merupakan penyuplai 30% minyak nasional, mempunyai potensi yang sangat besar dalam mendukung Industri Berbahan Baku Minyak dan Gas Bumi, salah satu unit pengolahan minyak saja di Bojonegoro mampu menghasilkan raw gas sebesar 315 MMSCFD (315 juta kaki kubik per hari).
“Apabila dikonfersikan dalam kg maka akan setara dengan 6,7 juta kg gas perhari, kalau satu unit saja sebesar itu maka berapa potensi raw gas yang dihasilkan oleh puluhan unit pengolahan minyak di Bojonegoro?,” tanya Pak Zaenal menegaskan.
Menurut Pak Zaenal, Pendirian Pabrik etanol dan metanol di Bojonegoro merupakan hadiah yang sangat berarti bagi Masyarakat Bojonegoro oleh Presiden Prabowo Subianto dan Bupati Terpilih Setyo Wahono dan Nurul Azizah.













