JagatSembilan.com | Bojonegoro – Mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro menorehkan prestasi dalam ajang Bojonegoro Innovative Award (BIA) 2026. Dalam kompetisi inovasi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) tersebut, mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro berhasil meraih dua penghargaan pada kategori Pelajar dan Mahasiswa.
Berdasarkan data yang diperoleh JagatSembilan.com, Dedy Indra Setiawan berhasil meraih Juara 1, sedangkan Intan Nuraini bersama Rendy Priyantama Erwenda memperoleh Juara Harapan 1.
Prestasi tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Kembangkan Portal Digital KKM Terintegrasi
Inovasi yang mengantarkan Dedy Indra Setiawan meraih Juara 1 berjudul “Portal Digital KKM Terintegrasi”.
Inovasi tersebut dikembangkan dengan fokus pada Portal Digital KKM Kecamatan Kedewan: Integrasi Pendataan Warga, Monitoring Program Kerja, dan Survei Potensi Wilayah.
Portal digital ini dirancang untuk mengintegrasikan pendataan warga, pemantauan pelaksanaan program kerja, serta survei potensi wilayah dalam satu sistem. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) diharapkan dapat berlangsung lebih terarah, terdokumentasi, dan sesuai dengan kebutuhan wilayah sasaran.
Integrasi data dan pemantauan program juga berpotensi membantu mahasiswa maupun pihak terkait dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat serta memetakan potensi lokal yang dapat dikembangkan.
Pengembangan inovasi berbasis digital tersebut menunjukkan bagaimana kegiatan pengabdian mahasiswa dapat dipadukan dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan program di tingkat kecamatan.
Rektor Apresiasi Prestasi Mahasiswa
Rektor IKIP PGRI Bojonegoro, Dr. Ima Isnaini, memberikan apresiasi atas capaian mahasiswa dalam ajang BIA 2026. Prestasi tersebut dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan gagasan inovatif yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki potensi untuk menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata di masyarakat. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan inovasi yang bermanfaat,” kata Dr. Ima.
Pengembangan inovasi, khususnya yang memanfaatkan teknologi digital, juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui kegiatan KKM, mahasiswa dapat mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus menyusun solusi sesuai dengan potensi wilayah.(Red)













