Opini  

Peluang Ada, Milenial Bojonegoro Saatnya Mengarahkan Mata Pencaharian ke Pertanian

Oleh: drg. Sofan Solikin
Sekretaris HKTI Bojonegoro

Pagi tadi, Selasa (08/07/2025) saya berkesempatan mendampingi Mas Nur Rohman, seorang petani muda asal Desa Mlaten, Kecamatan Kalitidu, mengunjungi lahan pertanian milik Mas Farouk—salah satu sosok inspiratif yang membuktikan bahwa pertanian bisa menjadi mata pencaharian yang menjanjikan. Di atas lahan yang ia kelola, ia menanam Terong Dewo (Gede Dowo Besar Panjang.red), varietas lokal unggulan yang diminati pembeli dari dalam hingga luar Bojonegoro. Hasil panennya bisa dipetik setiap lima hari dan berlangsung hampir sepanjang tahun, dengan pembeli tetap yang datang rutin mengambil hasil panen.

Ini bukan sekadar cerita keberhasilan individu. Ini sinyal kuat bahwa dunia pertanian memiliki peluang ekonomi nyata yang perlu dibaca dengan cerdas oleh generasi muda. Kita tidak sedang kekurangan lahan atau semangat—yang kita butuhkan adalah keberanian dan keyakinan untuk memulai.

Fakta menunjukkan bahwa kebutuhan sayuran di Bojonegoro saat ini masih belum terpenuhi dari hasil produksi lokal. Data Dinas Ketahanan Pangan dan BPS menyebutkan bahwa produksi berbagai jenis sayur seperti sawi, cabai, dan tomat masih jauh dari cukup. Akibatnya, sebagian besar pasokan sayuran di pasar Bojonegoro masih didatangkan dari luar daerah seperti Magetan, Malang, dan Kediri.

Ini ironi sekaligus peluang. Di tengah tanah yang subur dan masyarakat yang butuh, kenapa justru produk pertanian datang dari luar daerah? Di sinilah peran milenial menjadi sangat penting. Ketika anak-anak muda Bojonegoro mulai melihat pertanian sebagai profesi yang keren, strategis, dan berpengaruh, maka kita tidak hanya memperkuat produksi lokal, tapi juga memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi daerah.

Saya meyakini, semakin banyak petani muda yang terjun dan berinovasi di bidang pertanian, maka profesi petani akan sejajar dengan profesi lain yang sudah dianggap mapan. Bahkan lebih dari itu, mereka akan menjadi aktor utama dalam menjaga dapur rakyat tetap mengepul dan pasar tetap bergerak.

HKTI Bojonegoro siap membuka ruang seluas-luasnya bagi para petani muda untuk belajar, tumbuh, dan mandiri. Mari arahkan masa depan anak muda Bojonegoro ke arah yang produktif—dari desa, untuk Indonesia yang kuat dan mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *