PMI Bojonegoro Menuju CPOB: Lompatan Mutu Layanan Kemanusiaan

drg. Sofan Solikin S, C. Ht, C.I Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita
drg. Sofan Solikin S, C. Ht, C.I Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita

Oleh: drg. Sofan Solikin S, C. Ht, C.I

Upaya Pengurus PMI Bojonegoro yang baru dilantik pada Kamis (02/04/2026) kemarin dalam memperoleh sertifikat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) patut diapresiasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang pengelolaan darah dan produk turunannya. Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan representasi komitmen terhadap standar mutu, keamanan, dan keselamatan bagi masyarakat.

Sebagai lembaga kemanusiaan, PMI memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan bahwa setiap tetes darah yang dikelola benar-benar aman dan layak digunakan. Dalam konteks ini, CPOB menjadi instrumen penting untuk menjamin proses yang terstandar, mulai dari pengolahan hingga distribusi. Upaya PMI Bojonegoro ini menunjukkan kesadaran institusional yang semakin matang dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan modern.

Saya memandang bahwa langkah ini juga akan berdampak luas, tidak hanya bagi penerima manfaat, tetapi juga dalam meningkatkan kepercayaan publik. Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kualitas layanan kesehatan, kehadiran lembaga yang tersertifikasi akan menjadi nilai tambah yang signifikan. Ini sekaligus menjadi contoh bagi institusi lain di daerah untuk terus berbenah dan berinovasi.

Namun demikian, proses menuju sertifikasi tentu tidak mudah. Dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia, sarana prasarana, serta konsistensi dalam menerapkan standar operasional yang ketat. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan.

Sebagai Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita, saya berharap langkah PMI Bojonegoro ini dapat menjadi momentum peningkatan kualitas layanan kesehatan di Bojonegoro secara menyeluruh. Semoga ikhtiar ini tidak hanya berhenti pada sertifikasi, tetapi terus berlanjut pada penguatan sistem pelayanan yang berkelanjutan, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

*) Penulis adalah drg. Sofan Solikin S, C. Ht, C.I Direktur RS Muslimat NU Muna Anggita yang juga Ketua Forum Kabupaten Sehat Bojonegoro 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *