JagatSembilan.com | Bojonegoro – Dalam rangka meningkatkan potensi desa, Mahasiswa KKN Unugiri Desa Nglampin membuat mesin pencacah tongkol dan pohon jagung. Mesin ini di kenalkan dalam kegiatan yang bertajuk “Sosialisasi Peningkatan Potensi Desa Dengan Pemanfaatan Limbah Organik” hari ini, Selasa (31/12/2024) di Balai Desa Nglampin Kecamatan Ngambon Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.
Hadir dalam acara itu,Camat Kecamatan Ngambon M. Ridwan Sayyadi, S.Sos., M.M, Kepala Desa Nglampin: Diwakili oleh Mochamad Fahry Susetyo A. Kepala Dusun Kleco, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Nglampin.
Pada acara itu juga Dinas Pertanian Muhammad Arif Setya Wibawa, S.P. sebagai Pemateri dan juga ada dua dosen pembimbing yakni Ahmad Farid Utsman M.Pd.I dan Pelangi Eka Yuwita, S.Si., M.Si.
Kegiatan dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama, yaitu ceremonial pembukaan. Sesi Kedua, sosialisasi terkait mesin pencacah tongkol dan pohon jagung. Sesi ketiga, penyampaian materi terkait pemanfaatan limbah organik yang telah diolah dengan mesin pencacah yang telah dibuat Mahasiswa KKN.
Di sesi yang pertama, sambutan DPL disampaikan oleh Pelangi Eka Yuwita, S.Si., M.Si. biasa disapa Bu Pelangi. Dalam sambutannya beliau mengcapkan banyak terimakasih karena telah diberikan kesempatan untuk membuat acara sosialisasi terkait pemanfaatan limbah organik dan memperkenalkan mesin yang telah dibuat oleh teman-teman Mahasiswa KKN, dan memohon maaf jika yang dapat kami berikan ke masyarakat desa baru berupa prototype. Namun, Bu Pelangi juga menjelaskan bawasannya mesin yang telah dibuat bisa dikembangkan dengan adanya akomodasi yang lebih besar, yang nantinya memiliki daya tampung produksi yang lebih besar dengan daya gerak yang lebih besar juga.
Kemudian, Mochamad Fahry Susetyo A. Biasa di sapa Pak Fahry selaku Kepala Dusun Kleco atau perwakilan dari Kepala Desa juga memberikan sambutan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bawasannya beliau mendukung kinerja yang dilakukan oleh mahasiswa KKN dan harapannya, mesin yang telah dibuat mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Desa Nglampin.
Sambutan yang terakhir disampaikan oleh Bapak M. Ridwan Sayyadi, S.Sos., M.M. Camat Kecamatan Ngambon. Dalam tutur katanya beliau menyampaikan kepada teman-teman mahasiswa supaya betah Di Desa Nglampin, dan berharap program KKN ini ditambah 1 bulan lagi. Beliau mengharapkan, dengan adanya mesin pencacah tongkol dan pohon jagung ini mampu membantu pertumbuhan desa, mengaktifkan BUMDES, dan memberikan arahan agar pemerintah desa merumuskan anggaran terkait BUMDES, karena sangat disayangkan jika BUMDES yang dapat membantu perekonomian desa tapi tidak diaktifkan.
Memasuki sesi dua, yaitu sosialisasi terkait mesin pencacah tongkol dan pohon jagung yang disampaikan oleh Wahyu Jayanam selaku Koordinator Mahasiswa KKN Desa Nglampin. Beberapa hal yang disampaikan yaitu terkait sistematika perencanaan, pembuatan, serta pemanfaatan mesin. Pembuatan mesin yang dimaksud berawal dari observasi pertama yang dilakukan Mahasiswa KKN ke Desa Nglampin. Observasi pertama memperlihatkan kami dengan kondisi geografi, mata pencarian, komoditas hasil pertanian, serta kebiasaan sehari-hari masyarakat setempat. Kemudian, ada yang menjadi perhatian kami diteras-teras rumah warga setempat, yaitu banyak tongkol jagung yang tersusun didalam karung. Inovasi kami yaitu membuat mesin yang mampu mengolah limbah jagung tersebut menjadi produk baru, dan inovasi inipun didukung oleh DPL serta salah satu anggota kelompok kami juga yang memiliki latar belakang berasal dari Prodi Teknik Mesin. Wahyu juga menjelaskan cara pengoperasian Mesin. Mesin ini memiliki 2 fungsi, fungsi yang pertama mampu membuat tongkol jagung menjadi serbuk yang menyerupai dedak, fungsi yang kedua mampu menghancurkan limbah pohon jagung menjadi cacahan/potongan yang lebih kecil dan lebih lembut, dengan memasukkan kedua limbah tersebut dari dua cerobong yang berbeda. Untuk cerobong tongkol ada diatas, dan cerobong pohon jagung berada disamping. Dalam sosialisasinya juga ditunjukkan terkait bentuk pemukul/penghancur yang ada didalam mesin. Penggerak mesin tersebut menggunakan dinamo listrik, minimal daya yang dihasilkan dari meteran listrik adalah 1.300 Watt. Jika menggunakan meteran listrik dibawah 1.300 Watt, maka yang terjadi adalah listrik jeglek.
Selanjutnya memasuki sesi 3 yang di isi oleh pemateri inti yaitu Muhammad Arif Setya Wibawa, S.P. biasa di sapa Pak Arif selaku dari dinas pertanian, menyampaiakan tentang pemanfaatan limbah organik. Beliau menjelaskan bawasannya limbah organik adalah limbah yang berasal dari makhluk hidup, atau berasal dari alam dan dapat terurai secara alami. Limbah organik yang berada disekitar kita seperti: tumbuh-tumbuhan dan kotoran makhluk hidup dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk. Dapat juga dimanfaatkan sebagai media tanam seperti sekam padi, arang, dan juga tongkol jagung yang telah diolah. Namun, jika dimanfaatkan sebagai media tanam, media tetapnya adalah tanah dan yang lainnya hanya sebagai pembantu.
Penghujung acara, yaitu penyerahan cendera mata oleh DPL kepada Bapak Arif selaku pemateri inti.













